Sabtu, 25 Desember 2010

Diary Cintaku

Hampir tak percaya rasanya diri ini
Begitu banyak muncul sosok pria yang tak pernah terbayangkan
Apa yang telah mereka lihat dariku?
Hingga begitu banyak rasa yang muncul
Apa yang telah mereka perbuat?
Hingga imanku goyah karena terlalu memikirkan perasaan yang bernama cinta
Apa pula yang membuat aku memperhatikan salah satu dari kalian?
Atau bahkan semuanya?
Apa karena aku terlalu menginginkan semua rasa cinta?
Atau hanya karena sebuah rasa yang hadir sejenak dan segera pergi tanpa terasa
Cinta itu rumit dalam tafsiranku…

Diary pertemananku 2

Aku ingin menjadi apa yang kalian inginkan
Aku berusaha untuk terus ikuti langkah kalian
Tapi kenapa?
Kenapa aku harus terlupakan begitu saja
Padahal aku selalu berusaha untuk selalu mengingat kalian
Aku selalu berusaha untuk bersama kalian
Menyetarakan diri dengan segala kegiatan kalian
Tapi kenapa?

Kamis, 23 Desember 2010

Seputar kebiasaan

MEROKOK




Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung Negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya, dan ujung yang lainnya digunakan untuk menghirup asap pada ujung rokok yang telah dibakar.

Rokok berdasarkan bahan pembungkusnya:
-          Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung
-          Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren
-          Cigarette: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau

Sekedar info

Kentang goreng perangi infeksi virus

 karbohidrat dalam kentang meningkatkan produk serotonin di dalam otaj yang menenangkan kita dan mengurangi pengaruh-pengaruh stress. Karena stress membatasi fungsi imun, menjaga diri tetap tenang dan rileks dapat membantu fungsi system imun. Kentang goreng dengan kulitnya juga memberikan sejumlah vitamin c yang dapat membantu mengurangi infeksi virus.

Minggu, 05 Desember 2010

Profil Tak Dikenal : ELA_PENGAMEN


Namanya Ela. Saat ini tinggal di daerah pintu air Cimanggis. Dari sumber yang saya dapat, ela ini bekerja sebagai seorang pengamen di daerah sekitar PT. Abbot. Setiap hari mengamen dari rumah kerumah bersama dengan dua orang temannya. Ela ini telah memiliki suami yang sudah cukup tua. Suaminya ini pun berprofesi sebagai pengamen juga. Namun, karena sakit, Ela lah yang harus bekerja penuh untuk mencari nafkah.

Ela sudah memiliki empat orang anak. Anak-anaknya pun juga ikut mengamen seperti ayah dan ibunya. Anak-anaknya tidak dibekali dengan pendidikan bangku sekolah. Dari kecil, Ela telah menyuruh anak-anaknya untuk mengamen. Jangankan untuk sekolah, terkadang untuk makan saja sudah susah. Ela pun terkadang harus berpindah-pindah kontrakan. Entahlah apa alasannya, tapi yang pasti ia tidak pernah tinggal menetap meskipun dirumah kontrakan.

Setiap hari Ela harus mengamen dengan pendapatan yang tidak menentu. Hasilnya pun harus dibagi dengan teman-teman yang ikut menemaninya. Ia berpendapat jika ngamen sendirian tidak ada yang mau nyawer. Tapi kalau ada temannya, pasti ada yang mau nyawer. Untuk itulah ia tidak pernah mau mengamen sendiri.

Ela merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mengamen. Cobaan hidupnya berupa caci maki, gunjingan, terutama masalah keuangan untuk kehidupan. Panas hujan ditempuh untuk mendapatkan uang. Begitu keras perjuangan hidup bagi seorang perempuan macam Ela ini. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk Ela, dan Ela sendiri dapat bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah. Amin.

diary pertemananku

Aku ingin berteman dengannya bukan karena aku takut padanya
Aku ingin berteman dengannya bukan untuk dimanfaatkan olehnya
Aku ingin berteman dengannya bukan untuk terus disakitinya
Aku ingin berteman dengannya karena aku ingin menjadi sahabat yang baik untuknya
Sahabat yang mampu untuk berbagi dalam suka maupun duka
Bukan teman yang terus saja harus selalu takut padanya..

hanya prakata

Jika kamu baik padaku, aku akan berusaha untuk lebih baik lagi padamu
Jika kamu peduli padaku, aku akan berusaha untuk lebih peduli lagi padamu
Jika kamu marah padaku, aku akan berusaha untuk meminta maaf padamu
Namun jika kamu jahat padaku, aku bisa LEBIH JAHAT lagi padamu.

Kesan-Kesan


Waktu pertama masuk kuliah, sebenarnya agak takut. Kenapa? Karena takut susah dapet temen akrab (kata orang-orang). Tapi ternyata ga juga tuh. Alhamdulillah aku dapet teman akrab. Pertama kenal tuh sama tiara, cewek dari cilegon. Dia duduk sendirian di pojok deket jendela. Terus kita kenalan deh.
Habis itu, aku liat ada cewek duduk sendirian, terus aku panggil dan aku suruh duduk deket aku ajah biar ga sendirian. Selain aku kan ada tiara juga yang temenin dia. Setelah kenalah ternyata namanya citra. Dia orang cikampek yang tinggal dengan neneknya di cijantung. Terus ada lagi yang aku kenal, namanya diva dan riri. Mereka berdua tadinya duduk dibelakangku. Terus ya aku, tiara dan citra langsung kenalan ajah sama mereka.
Hari-hari pertama dikelas cukup baik. Ga Cuma kenal sama beberapa orang teman perempuan, tapi juga teman laki-laki yang jumlahnya lebih banyak dibanding perempuan. Mereka berisik banget deh, padahal baru kenal tapi udah komat kamit sana sini alias ngobrol satu sama lain. Walaupun pada berisik, teman-teman cowok dikelas cukup menyenangkan ya walaupun ga semuanya juga sih. Ada yang emang itu cowok bener-bener kalem, jadi ga banyak omong juga dikelas.
Dosen? Nah kalo untuk yang ini, kesan-kesannya agak berbeda. Salah satu dosennya pernah bilang gini, “Saya berdiri didepan kalian ini bukan berarti saya lebih pintar dari kalian. Akan tetapi itu karena saya diberi kesempatan lebih dulu untuk belajar daripada kalian”. Wew, dosen itu menghargai kita banget.
Hemm, karakter tiap dosen dikelas 1KA11 tuh beda-beda, ada yang sensitiiiip banget klo denger suara berisik dikelas, terus ada juga yang pas lagi ngajar malah dicuekin, ada lagi yang gampang banget bad mood dosennya, terus ada juga yang bikin kita ketawa ngakak.
Manteeebb daaaaaaah di 1KA11. Kelas yang paling berisik klo lagi ga ada dosen, kelas yang paling jail juga sama temen-temennya sendiri.
Kacau, Usil, Berisik, tapi bersahabat dan seruuuuuuuuu banget dikelas ini =))

tugas ISD_2

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Individu berasal dari kata latin “individiuum” artinya “yang tak terbagi”, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial, paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia, dan individu kuga menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu merupakan bagian dari makhluk sosial yang tidak bisa hidup perseorangan tau sendiri-sendiri yang memiliki peranan khas didalam lingkungan sosialnya. Individu juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitas, takluk terhadap kolektif, dan mempengaruhi masyarakat seperti adanya tokoh pahlawan atau pengacau.

Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kea rah yang lebih maju dan lebih dewasa. Perubahan ini pada lazimnya disebut dengan istilah proses. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi, pertumbuhan adalah proses asosiasi, proses perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis. Menurut aliran psikologi Gestalt, pertumbuhan adalah proses diferensiasi, proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada. Menurut aliran sosiologi, pertumbuhan adalah proses sosialisasi, proses perbahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
-         Menurut pendirian nativistik: pertumbuhan individu ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
-         Menurut pendirian empiristik dan environmentalistik: pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
-         Menurut pendirian konvergensi dan interaksionisme: pertumbuhan ditentukan oleh interaksi antara dasar dan lingkungan.
-         Menurut tahap pertumbuhan individu berdasar psikologi: masa vital (umur 0-2tahun), masa estetik (umur 2-7tahun), masa intelektual (umur 7-14tahun), masa sosial (umur 14-21tahun).

Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga "kulawarga" yang berarti "anggota" "kelompok kerabat". Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Ada beberapa tipe keluarga yakni keluarga inti yang terdiri dari suami,istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, dimana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut:
  1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
  2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
  4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
  5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
  7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
  8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.
Terdapat tiga jenis subsistem dalam keluarga, yakni subsistem suami-istri, subsistem orang tua-anak, dan subsitem sibling (kakak-adik). Subsistem suami-istri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan yang hidup bersama dengan tujuan eksplisit dalam membangun keluarga. Pasangan ini menyediakan dukungan mutual satu dengan yang lain dan membangun sebuah ikatan yang melindungi subsistem tersebut dari gangguan yang ditimbulkan oleh kepentingan maupun kebutuhan darti subsistem-subsistem lain. Subsistem orang tua-anak terbentuk sejak kelahiran seorang anak dalam keluarga ,subsistem ini meliputi transfer nilai dan pengetahuan dan pengenalan akan tanggungjawab terkait dengan relasi orang tua dan anak.
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
1.      Fungsi Pendidikan atau edukatif dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2.      Fungsi Sosial dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik, memberikan status, kadang prestise kepada anggota keluarga.
3.      Fungsi Perlindungan atau protektif dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman dari ancaman fisik, ekonomis dan psiko sosial.
4.      Fungsi Perasaan atau afektif dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga, Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman di antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
5.      Fungsi Agama atau religi dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6.      Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.      Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8.      Fungsi Biologis atau Reproduksi dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya secara sah.

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Masyarakat dapat digolongkan menjadi:
-         Masyarakat sederhana: pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
-         Masyarakat maju (modern): memiliki aneka ragam kelompok sosial yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertemtu yang akan dicapai.

Individu merupakan pembentuk suatu populasi atau kumpulan yang lebih besar lagi. Dari individu yang bertemu dengan individu lain, maka akan terbentuk sebuah keluarga sederhana yang terdiri dari minimal 4 orang individu yaitu, ayah, ibu, dan 2 orang anak. Dari sebuah keluarga, lahirlah keluarga keluarga yang lebih besar lagi. Setelah keluarga, maka akan terbentuklah masyarakat yang terdiri dari berbagai macam keluarga yang memiliki individu-individu yang berbeda karakternya. Keterkaitan itulah yang membuat individu, keluarga dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat. Berawal dari individu yang menjadi factor utama terbentuknya suatu kumpulan yang lebih besar lagi yaitu masyarakat, hingga bisa membentuk sebuah bangsa dari berbagai macam ras, agama, suku, dan kebudayaan yang berbeda pada masing-masing individu yang ada.


Sumber:
Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk. 1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar, edisi kedua. Universitas Gunadarma. Jakarta.