Kamis, 23 Desember 2010

Seputar kebiasaan

MEROKOK




Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung Negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya, dan ujung yang lainnya digunakan untuk menghirup asap pada ujung rokok yang telah dibakar.

Rokok berdasarkan bahan pembungkusnya:
-          Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung
-          Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren
-          Cigarette: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau


Rokok berdasarkan bahan baku atau isi:
-          Rokok putih: rokok yang bahan bakunya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu
-          Rokok kretek: rokok yang bahan bakunyaberupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
-          Rokok klembak: rokok yang bahan bakunya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Rokok berdasarkan proses pembuatannya:
-          Sigaret kretek tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan atau alat Bantu sederhana.
-          Sigaret kretek mesin (SKM): rokok yang proses pembutannya menggunakan mesin.

Rokok berdasarkan penggunaan filter:
-          Rokok filter: rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
-          Rokok non filter: rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.


Bagi para pecinta rokok, mereka pasti sudah tahu berbagai macam merk rokok dan rasa dari masing-masing rokok dari berbagai merk tersebut. Dari hal itulah mereka para perokok bisa mengetahui mana rokok yang memiliki rasa enak. Alasan orang-orang untuk merokok pun asa berbagai macam.

Bagi para bapak-bapak, alasan mereka merokok adalah untuk melepaskan penat atas segala berbagai macam masalah yang dihadapi. Dengan merokok mereka menjadi merasa sedikit lega, seperti asap rokok yang mereka hirup lalu dikeluarkan. Masalah mereka seperti ikut terbang bersama dengan asap-asap rokok tersebut. Sedangkan bagi para anak muda seperti mahasiswa contohnya, alasan mereka merokok ada banyak. Namun sebagian besar alasan mereka adalah karena disekeliling mereka terdapat banyak orang yang merokok. Hal itu menjadi daya tarik sendiri bagi orang yang penasaran akan bagaimana rasa rokok itu. Hingga akhirnya, karena telah terbiasa dilingkungan perokok, orang-orang yang tidak merokok pun bisa ikut terbawa menjadi perokok, bahkan bisa lebih kecanduan dari orang yang dijadikan contoh.

Alasan lainnya adalah karena iseng. Karena tidak adanya kegiatan, maka orang bisa saja mencari kegiatan untuk mengisi waktu luang mereka. Atau mungkin karena adanya tarikan rasa penasaran, sehingga iseng untuk mencoba. Para perokok yang alasannya karena iseng, pada umumnya tidak terlalu menghabiskan banyak rokok dalam satu hari. Sementara bagi yang alasan merokok karena sebagai pelepas penat (biar ga bete siih katanya), pada umumnya mereka bisa menghisap rokok hingga 2 bungkus rokok dalam satu hari (1 bungkus rokok isinya ada yang 12 atau 16). Ada juga yang merokok karena diajak oleh teman-temannya.

Selain alasan seperti tadi, ada juga mahasiswa yang mengatakan bahwa rokok sebagai sumber tenaga. Mahasiswa itu mengatakan bahwa ia menjadi lemas ketika tidak merokok. Selain katanya sebagai sumber tenaga, rokok juga bisa jadi penutup saat selesai makan, terutama setelah selesai makan makanan yang manis. Rokok seperti penyegar mulut setelah selesai makan.

Anak dibawah umur pun sekarang sudah mengenal rokok. Bagi mereka yang tidak dituruti keinginannya untuk merokok, pasti akan menangis sejadi-jadinya hingga orang tua mereka akhirnya pasrah dan memberikan rokok. Alasan bagi para anak dibawah umur ini untuk merokok adalah kebiasaan mereka yang dikelilingi oleh orang-orang yang merokok sehingga menjadi tertarik dan mulai merokok. Ada pula alasannya karena sang ibu pada saat hamil ngidamnya selalu ingin merokok hingga terbawa pada sang jabang bayi.

Lalu, bagaimanakah dengan anjuran-anjuran pemerintah tentang larangan untuk merokok? Anak kecil saja sekarang sudah berani untuk melanggar larangan pemerintah. Bagaimana besok? Bulan berikutnya? Tahun berikutnya? Hingga abad berikutnya? Apakah rokok akan menjadi sebuah kebiasaan yang paling banyak digemari? Entahlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matur nuwun sudah dibaca postingannya... Monggo dipersilahkan komentarnyaaaa ^_^