Sabtu, 30 April 2011

adil ga yaaaa???

KEADILAN. Heeemm kata-kata itu sering banget kita dengar di kalangan manapun. KEADILAN berasal dari kata ADIL yang artinya segala sesuatu yang harus ditempatkan sesuai dengan proporsinya. Kalau secara umum sih, ADIL itu tidak berat sebelah. Dengan kata lain, ADIL itu memperlakukan atau menimbang sesuatu dengan cara serupa.
Daaaaaaaaaaan, bicara tentang keadilan, pengen curhat sedikit niih tentang yang berhubungan dengan KEADILAN. Atau mungkin sebenarnya lebih tepat dikatakan KE-TIDAK-ADILAN. Ke-tidak-adilan yang tercermin di dalam kelas. Maaf niih yaaa Ibu Dosen, saya ga bermaksud apa-apa kok tentang cerita ini. Hehhehehe…
Saat pertama kali bergabung di kelas ini, suasananya menyenangkan dan cukup hangat untuk perkenalan pertama. Ga ada sesuatu yang aneh terjadi. Kawan-kawannya yang semula belum akrab, lambat laun mulai bisa mengakrabkan diri satu sama lain. Yaaa walaupun belum akrab banget sama semuanya siih. tapi eh tapi niih yaaa semakin lama dikelas ini, kok makin tercium hal-hal yang aneh yaaa??? Hmmm...
Kadang-kadang niih yaaa tanpa disadari, dikelas itu sering terjadi pendiskriminasian. Kawan-kawan yang merasa dirinya mampu terkesan sombong untuk mau berbagi. Bahkan terkadang orang yang menurut kawan-kawan itu ‘kurang’ ga pernah dikumpulkan untuk diajak belajar bersama atau sejenisnya. Belum lagi pendiskriminasian yang belum lama ini terjadi, sikap kawan-kawan perempuan yang masih kaya anak SMA (maklum dikit yaaa Bu namanya juga masih ABABIL, ABG LABIL maksudnya, hehheheee) yang kerjaannya dikit-dikit marahan, dikit-dikit main kata-kataan, dikit-dikit ngomongin dibelakang. Kadang saya juga termasuk kaya gitu juga siih (sadar diri dikit aaah, wkwkwkwk). Pendiskriminasian para kawan-kawan perempuan ini termasuknya parah juga –saya salah satu korbannya- karena siapapun yang ga disuka dan melakukan kesalahan yang menurut saya sendiri itu Cuma kesalahan kecil (padahal Cuma hal sepele yang bias diomongin dan diselesaikan secara baik-baik) pasti langsung didiemin, ga ditegur sama sekali bahkan dilirik aja pun ogah. Bahkan sampai ada yang lebih parah dari sekedar didiemin, yaitu langsung di jauhin seketika. Ckckckck…
Selain pendiskriminasian, ada juga palak memalak (weiiiits udah kaya preman aja nih). Tapi palak memalak disini emang udah jadi suatu kewajiban siih kalau ada matakuliah yang ada fotocopy-annya. Tapi terkadang palak memalak untuk uang fotocopy-an ini yang suka jadi bahan pembicaraan dikelas karena MAHAAAAAAL. Padahal setau saya kalau fotocopy-nya banyak pasti dapat potongan harga –diskon gitu deeh dari mas mas tukang fotocopy’an. Nah terus kemana itu uangnya??? Yaaa mungkin buat sekalian bayarin yang udah capek-capek fotocopy dan juga sekalian buat upah yang fotocopy kali yaaa. Okeeeh lanjuuuuuut baaaaaaaaaaaang. . . . 
KE-Tidak-Adilan juga sering terjadi pada saat mengerjakan tugas. Emang siih namanya juga tugas, pasti dikerjakan secara pribadi atau bersama kelompoknya masing-masing. Tapi kalau ada yang ga tahu tetep boleh nanya kaaaan sama yang bisa??? Nah ini pendiskriminasian lagi niih, yang bias kadang ga mau berbagi, butuh rayuan maut seseorang buat minta tolong supaya bias diajarin atau dikasih sedikit laaah kisi-kisi jawabannya, hehheheheee…
Tapi ada juga oknum-oknum yang memanfaatkan hal ini untuk kepentingan pribadinya terutama untuk soal keuangan. Oknum-oknum tersebut ‘membisniskan’ (lebih tepatnya menjual) jawaban dari tugas yang mereka sudah tahu jawabannya –karena orang yang ahli menjawab itu diajak kerjasama juga oleh oknum tersebut. Hal ini lebih sering terjadi pada saat membuat LP atau LA untuk praktikum. Ga heran kalau terkadang LA atau LP dari beberapa orang akan sama.
Yaaaaaa walaupun itu salah satu perbuatan yang ga baik, tapi apa yang diperbuat oleh oknum-oknum itu juga ada manfaatnya lhooo, yaitu menguntungkan bagi kawan-kawan yang malas mengerjakan LP LA, dan juga bagi kawan-kawan yang berputus asa dengan kesulitan yang mereka alami saat membuat LP LA. Tinggal telepon atau ngomong langsung sama si oknum, siapin uang, bayar, urusan LP LA kelar deeeh (tapi agak mahal juga siih menurut para member sii oknum karena ga ada patokan harga tetap dalam pembuatan laporan).
Ada ke-tidak-adilan pasti ada ke-adilannya juga. Buat para kawan-kawan yang kadang mendiskriminasi, saat UTS atau UAS berlangsung mereka pasti akan berubah dan sedikit berbaik hati bagi kami-kami yang kurang mampu dalam hal pelajaran. Dan kata salah seorang dosen “Tempat duduk menentukan PRESTASI”. Itulah yang menjadi motto kami pada saat ujian berlangsung –kecuali ujian utama karena tempat duduk sudah ditentukan. Kami pasti berbondong-bondong menentukan dimana tempat duduk kami. Dan bagi yang dianggap mampu dalam pelajaran, pasti akan ditempat dudukan di tempat yang strategis agar bias berkomunikasi (baca: dicontek) dengan baik. Hehhehehee.. Dalam hal ini kami banyak berbagi, keadilan banyak terasa pada saat ujian berlangsung karena yaaa itu tadi TEMPAT DUDUK MENENTUKAN PRESTASI, dan yang di anggap mampu pasti membutuhkan kawan-kawan yang lain juga kalau tiba-tiba saja dia jadi LupIng (Lupa-Lupa Ingat) gitu deeeh.
Teruuuuus, keadilan terjadi lagi pada saat ada pendiskriminasian seseorang. Kami para kawan-kawan yang merasa berpihak netral akan merangkul siapa saja yang sedang terdiskriminasi. Tapi bukan berarti membela yang terdiskriminasi jika memang yang terdiskriminasi itu salah. Kami hanya bertugas merangkul siapa saja yang merasa sendiri, dan berusaha menasehati sang terdiskriminasi dan pendiskriminasi jika memang terjadi kesalahpahaman diantara mereka yang menyebabkan mereka saling menyalahkan satu sama lain –itupun jika nasehat kami didengar. Dan terkadang pahitnya bagi kami adalah “Habis Manis Sepah Dibuang”. Kami selaku pihak yang netral terkadang menerima perlakuan itu. Tapi yaaa kami tetap apa adanya, tetap legowo rek.
Hmmm apa lagi yaaa???
Kayaknya cukup deeeh, ga baik juga siih sebenarnya cerita beginian ke Ibu Dosen karena terkesan menjelek-jelekan kelas sendiri. Tapi mau gimana lagi, wong saya juga bingung mau nulis apa untuk tugas yang bertemakan tentang keadilan ini. Jadi, yaaa mau ga mau, salah ga salah, akhirnya saya tulis juga tentang sedikit ‘kebobrokan’ kelas. Maaf yaaa Ibu Dosen. Saya benar-benar ga ada maksud macem-macem kok, ini Cuma sekedar bagian dari tugas aja. Maaf juga yaaa Bu kalau kata-kata saya ga ada baku-bakunya sama sekali. Hehhehehehe… namanya juga anak muda, sukanya tulisan yang kurang baku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matur nuwun sudah dibaca postingannya... Monggo dipersilahkan komentarnyaaaa ^_^