Rabu, 12 September 2012

Dia dunia mayaku (puisi essay _part 1)

Ya...
Di dunia maya ketika aku pertama kali mengenalnya
Di dunia maya pula aku pertama kali bertegur sapa dengannya
Di media facebook itulah kutemukan namanya

Berawal dari melihat
Kemudian add friend
Hingga di approve akunku olehnya
Berlanjut dengan ucapan terima kasih atas approvenya

Ia pun menanggapi
Berkata sama-sama atas ucapan terimakasihku
Berkata pula selamat berteman kepadaku
Aku tersenyum dan mulai membalas setiap wall yang ia kirim

Perbincangan selalu terjadi setiap saat
Di dunia maya itulah aku mulai akrab dengannya
Mulai mengenalnya..
Mulai memahaminya..

Tak lama kemudian sahabatku berkata
“kau kenal dengannya? Pria yang kau sapa di facebook itu?”
Ku jawab ya, dan kutanya kenapa serta ada apa
Kawanku hanya tersenyum dan berkata “pria itu kawanku di SMP”

Ternyata jawa barat sangatlah kecil, terutama sekitar bogor
Pria yang kusapa ternyata kawan dari sahabatku
Kini tak hanya dari media itu aku mengenalnya
Aku mulai lebih mengenalnya melalui kisah sahabatku yang pernah sependidikan dengannya

Ku tanya pula pada pria yang kusapa di facebook itu, apakah ia kenal dengan sahabatku
Ternyata ya...
Ia kenal dengan sahabatku namun tak terlalu mengenalnya karena ia pendiam
Sama seperti perkataan sahabatku yang mengatakan bahwa ia memang pendiam

Meski hanya bertemu melalui sebuah akun di media jejaring sosial bernama facebook
Dan pertemuan di dunia maya yang sangat singkat itu
Aku mulai menyukainya
Namun entah apakah itu sudah bisa disebut dengan kata cinta atau belum, aku tak tau

Semakin seru aku bercakap-cakap dengannya di facebook
Saling berkirim wall, berkirim message, bahkan berkomentar di setiap status yang dibuat
Akhir Agustus 2009 aku dapatkan nomer handphonenya
Aku mendapatkannya dari sahabatku yang sengaja mencarikannya untukku

Kutarik nafas, kumulai beranikan diri menekan keypad handphone yang sudah kupegang sejak tadi
Aku kirimkan sebuah sms untuknya, untuk ia yang kukenal di facebook
Walau hanya dengan sebuah pertanyaan yang sangat klise
“apakah benar ini nomer?”

Kutunggu selama beberapa menit, tak kunjung ada balasan
Hingga kutunggu selama beberapa jam, belum juga handphoneku berbunyi pertanda message masuk
Aku mulai menyerah
Ku letakan handphoneku dan mulai terlelap di indahnya malam yang penuh dengan bintang

“benar. Ini siapa?”
Jawaban pesan yang kutunggu sepanjang malam akhirnya kudapatkan ketika membuka handphone
Pagi itu aku tersenyum dan terus tersenyum bahagia
Kenapa? Aku sendiri tak tahu...

Aku mulai perkenalkan diriku
Mengingatkan pula tentang diriku yang ia kenal di facebook
Tak kusangka, ternyata ia langsung mengerti
Ia mengingatku, gadis yang ia kenal di dunia maya dalam media bernama facebook itu

Kini tak hanya di facebook aku berbincang dengannya
Aku mulai berbicang dengannya melalui pesan singkat
Dan aku juga harus bersabar
Kenapa? Karena ia tak secepat kilat membalas pesanku

Aku butuh waktu bermenit-menit, berjam-jam
Bahkan hingga beberapa hari untuk menunggu balasan darinya
Aku sendiri pun terkadang sudah lupa akan pesan yang kukirim untuknya
Karena balasannya yang terlalu lama hingga membuatku jenuh dan nyaris berhenti berharap

Kuperhatikan dan aku berpikir
Ternyata pria itu berbeda ketika kami berbincang di dunia maya dengan berbincang melalui pesan singkat di handphone
Ia menjadi kaku dengan obrolan di pesan singkat
Wall di facebook pun sedikit demi sedikit mulai berkurang

Aku merasa mulai ada krisis jarak di antara kami
Ada sesuatu yang membuat ia menjadi menghindariku
Apakah karena aku telah mengganggu privacy-nya dengan mengirim pesan singkat setiap saat padanya??
Apakah karena aku telah mengganggu waktunya dengan mengirim pesan singkat setiap saat padanya??

Ya Tuhan, maafkanlah hambaMu ini
Mungkin aku telah membuat seseorang menjadi tak nyaman karenaku
Ya Tuhan, ijinkanlah aku untuk tetap berteman dengannya
Aku ingin ia nyaman dengan kehadiranku di dalam hidupnya walau tak secara langsung

Hari berganti hari
Bulan pun berganti bulan
Aku masih bertegur sapa dengannya, dengan ia yang ku kenal di facebook
Walaupun sudah tak lagi sesering dulu saat pertama kali mengenalnya


*to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matur nuwun sudah dibaca postingannya... Monggo dipersilahkan komentarnyaaaa ^_^