Kamis, 14 November 2013

E-Business dalam Supply Chain [part 1]

Pengertian Supply Chain Management

Suplly chain management adalah sebuah system terkoordinasi yang terdiri atas organisasi, sumber daya manusia, aktivitas, informasi dan sumber-sumber daya lainnya yang terlibat secara bersama-sama dalam memindahkan suatu produk atau jasa baik dalam bentuk fisik maupun virtual dari suatu pemasok kepada pelanggan.

Pengertian E-Business

Electronic Business atau E-business dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan sistem informasi komputer. Sekarang ini E-businesss merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet.

Peran e-business dalam supply chain
  • Mendukung pelaksaan transaksi jarak jauh sehingga dapat menambah pendapatan perusahaan karena transaksi tidak lagi terbatas pada tempat tertentu.
  • E-business dapat di akses dari mana saja dan kapan saja dengan menggunakan internet pada komputer ataupun mobile secara online sehingga memudahkan pelanggan tanpa perlu mendatangi suatu toko atau perusahaan untuk mengetahui harga ataupun jenis barang yang ingin dibeli. Bahkan transaksi pembayaran pun dapat dilakukan secara online.
  • E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel.
  • E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.


Dampak dari E-busines pada kinerja supply chain

Dampak dari E-business pada kinerja suplly chain adalah meluasnya fasilitas dalam komunikasi suatu organisasi, mengurangi waktu proses dan semakin berkembangnya kerja sama antar berbagai pihak. E-business menyediakan kesempatan bagi sebuah organisasi untuk meluaskan pasar mereka ke seluruh dunia sehingga dapat menaikan tingkat permintaan dalam penggunaan barang atau jasa. Hal ini membutuhkan SCM yang efektif salah satunya dengan menerapkan VE dan Enterprise Rosource Planning (ERP).

Terdapat enam model bisnis dasar yang berhubungan dengan E-business di internet, yaitu:
  1. Business-to-Business (B2B), berfokus pada hubungan antara dua perusahaan dan ditandai oleh produk internal dan jasa atau berbagai pengetahuan.
  2. Business-to-Consumer (B2C), berfokus pada hubungan antara bisnis dan konsumen di pasar. Website termasuk kedalam kategori ini secara luas karena menjual barang dan jasa kepada konsumen.
  3. Business-to-Employer (B2E), berfokus pada hubungan antara bisnis dan karyawannya. Model ini merupakan bentuk internal yang digunakan oleh bisnis untuk berkomunikasi dan memungkinkan transaksi terjadi dalam organisasi.
  4. Business-to-Government (B2G), berfokus pada hubungan bisnis dan pemerintah.
  5. Costumer-to-Costumer (C2C), berfokus pada hubungan antara konsumen dengan konsumen lainnya.
  6. Hybrid (B2B dan B2C)


Nilai E-business dalam industri yang berbeda

Beberapa perubahan yang terjadi dengan menggunakan E-business dalam suatu industri, diantaranya :
  1. Pemasaran yang lebih luas dengan tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
  2. Pertumbuhan dan perkembangan industri dan perusahaan sangat bergantung pada informasi dan pengetahuan.
  3. Produktivitas lebih diutamakan dibandingkan kehadiran di tempat kerja.
  4. Produk terbaru dapat dijumpai dalam komunitas e-business, namun usia produk menjadi singkat.
  5. Struktur organisasi terdistribusi secara merata untuk mencapai fleksibilitas dan menekan biaya, kerja tim lebih ditekankan untuk dapat memberi respon atau memberuikan inovasi baru kepada perusahaan. Penerapan sistem e-business ini memberikan sejumlah manfaat, baik bagi perusahaan atau pebisnis perseorangan, konsumen, maupun masyarakat pada umumnya.
 Manfaat yang dapat diperoleh oleh suatu perusahaan atau bisnis perorangan, yaitu:
  1. Menyelesaikan permasalahan kapling (lokasi), tenaga kerja, gudang, perijinan, dan keamanan.
  2. Memperpendek jarak antara perusahaan dengan konsumen.
  3. Peningkatan market exposure (pangsa pasar).
  4. Jangkauan mitra kerja menjadi semakin luas.
  5. Biaya terkendali.
  6. Efisien.
  7. Cash flow terjamin.
  8. Meningkatkan citra perusahaan.
  9. Meningkatkan pelayanan kepada konsumen.
  10. Meningkatkan produktivitas.
  11. Mempermudah akses informasi.
  12. Mengurangi biaya transportasi.
  13. Meningkatkan fleksibilitas.
Manfaat yang didapat oleh konsumen yang menggunakan sistem e-business:
  • Memperoleh informasi dan dapat berinteraksi secara efektif
  • Biaya terkendali
  • Keamanan secara fisik
  • Harga produk cukup murah
  • Memperoleh fleksibilitas dalam melakukan transaksi.

Masyarakat pada umumnya juga akan memperoleh manfaat dari adanya pelaksanaan system E-business, yaitu terciptanya peluang kerja baru dan terciptanya persaingan yang kompetitif antar perusahaan sehingga masyarakat akan disuguhi dengan produk-produk berkualitas dengan harga yang kompetitif.

Kekurangan E-business
E-business yang semakin banyak digunakan juga memiliki sejumlah kekurangan, antara lain:
  1. Pencurian informasi rahasia yang berharga.
  2. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan.
  3. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen.
  4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak.
  5. Kerugian yang tidak terduga.
Selain memiliki beberapa kekurangan, dalam penerapannya pun E-business masih memiliki beberapa hambatan, yaitu:
  1. Belum terbentuknya high trust society.
  2. Harga produk tidak bisa ditawar, tidak seperti pada pasar tradisional.
  3. Adanya tindak kejahatan penyalahgunaan kartu kredit.
  4. Perbedaan platform antarperusahaan.
  5. Ketaatan mengenai etika dan moralitas yang masih kurang.
Sejumlah faktor pun dapat menyebabkan kegagalan E-business, di antaranya:
  1. Tidak ada komitmen yang utuh dari manajemen puncak
  2. Penerapan e-business tidak diikuti proses change management
  3. Tidak profesionalnya vendor teknologi informasi yang menjadi mitra bisnis
  4. Buruknya infrastruktur komunikasi
  5. Tidak selarasnya strategi TI dengan strategi perusahaan
  6. Adanya masalah keamanan dalam bertransaksi
  7. Kurangnya dukungan finansial
  8. Belum adanya peraturan yang mendukung dan melindungi pihak-pihak yang bertransaksi (cyberlaw)
  9. Menggunakan target jangka pendek sebagai pijakan investasi e-business

sumber : 
Makalah Mata Kuliah Konsep Sistem Informasi Lanjut

1 komentar:

  1. Terima kasih, El, sudah dijelasin tentang apa itu SCM, lagi nyari materi untuk nambah referensi makalah.

    BalasHapus

Matur nuwun sudah dibaca postingannya... Monggo dipersilahkan komentarnyaaaa ^_^